Tunggu Sebentar...
Penulis: Salwa Zahratunajibah
Di dalam sebuah teks bacaan, pasti kita akan menemukan yang namanya sebuah kata, frasa dan kalimat. Tetapi pembahasan kita disini yaitu mengenal salah satu kategori frasa. Menurut pendapat Ramlan dalam (Nina, 2023) frasa merupakan satuan unit gramatikal yang terbentuk dari satu kata ataupun lebih serta tidak melampaui batas fungsi jabatan sintaksis. Maksud fungsi disini, yaitu dapat sebagai subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Jika dipelajari berdasarkan kategori kata, frasa dibagi lagi menjadi lima kategori, yaitu frasa verba, frasa adjektiva, frasa nomina, frasa pronominal dan frasa numeralia. Nah, yang akan kita bahas disini yaitu mengenai frasa adjektiva.
Kalian sudah tahu belum jika frasa adjektiva itu dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu frasa adjektiva koordinatif dan frasa adjektiva subordinatif?
Tetapi kita hanya akan membahas mengenai frasa adjektiva koordinatifnya saja.
Sebelum itu, mari kita perhatikan definisi dari frasa adjektiva menurut Khairah dalam (Marfungah & Mukhlis, 2013) beliau menyatakan frasa adjektiva itu merupakan gabungan kelompok kata yang terbentuk atas dua kata atau lebih yang unsur pusatnya berfungsi sebagai kata sifat dan kategori lainnya sebagai atribut. Jadi, dapat kita simpulkan bahwa frasa adjektiva disini adalah suatu kata sifat dan memiliki atribut sebagai susunannya. Maksud atribut tersebut merupakan suatu kata adverbial, verba, atau nomina.
Nah, dalam frasa adjektiva terbagi menjadi dua jenis. Salah satunya yaitu terdapat frasa adjektiva koordinatif. Dalam frasa adjektiva koordinatif ini, susunan katanya terdiri dari dua buah kata kategori sifat sebagai inti dan dapat kita sisipkan dengan kata lain atau konjungsi.
Agar dapat memahami lebih mendalam lagi, mari kita lihat salah satu contoh kalimat dari frasa adjektiva koordinatif yang memiliki makna himpunan dalam sebuah novel yang berjudul Azzamine karya Sophie Aulia.
1. “Dari senyumnya saja Tito merasakan Azzam adalah lelaki yang lembut dan penyabar”.
2. “Pasalnya Jasmine hanyalah Perempuan biasa yang memiliki keperibadian tomboy dan pemalas”.
Nah, sekarang kita perhatikan dua contoh kalimat diatas masing-masing memiliki dua inti kata sifat (adjektiva), yaitu pada contoh kalimat (1) terdapat kata lembut dan penyabar, kata tersebut menjelaskan sifat dari seorang Azzam. dan contoh kalimat (2) terdapat kata tomboi dan pemalas, kata tersebut menjelaskan sifat dari seorang Jasmine. Jadi sudah jelas, dua kalimat di atas terdapat frasa adjektiva koordinatif, karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa frasa adjektiva koordinatif itu terbentuk dari dua kata inti sifat. Dan frasa adjektiva koordinatif kalimat disini memiliki makna yang sejalan tidak bertentangan sehingga bermakna himpunan, serta kedua kata tersebut dapat disisipkan menggunakan kata “dan”.
Jadi, dapat kita simpulkan bahwa frasa adjektiva koordinatif merupakan kelompok kata yang tersusun dari dua buah inti kata sifat dan dapat dihubungkan atau disisipkan menggunakan kata lain, seperti kata dan, tetapi, sangat, atau.
Referensi:
Akhmad Mafaza, A., Bagus Firmansyah, D., Ramadhani, F., Al Ayubi, S., Purwo Yudi Utomo, A., & Galih Kesuma, R. (2023). Analisis Frasa dalam Teks Esai pada Buku Bahasa Indonesia Kelas XII Kurikulum Merdeka. Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa, 1(1), 105–125. https://doi.org/10.59581/jmpb-widyakarya.v1i1.505.
Marfungah, S., & Mukhlis, D. (2013). Nomor 1, Edisi Desember 2019. Frasa Adjektival dalam Cerpen Pilihan Kompas. Caraka, 6(2).
Nina, M. K. Hadits. (2022). Sintaksis Bahasa Indonesia: Konsep Dasar dan Struktur Kalimat.
Yogyakarta: Deepublish Publisher.
Sophie Aulia. (2022). Azzamine. Jakarta Selatan: PT Bukune Kreatif Cipta.