Tunggu Sebentar...
× Home Headline Buku Gratis Buku Koleksi Tentang Kami



Mengenal Kalimat Majemuk Setara

Penulis : Yuda Mulyadi


Tanpa kita sadari mungkin kita pernah menemukan kalimat majemuk ketika sedang membaca sebuah buku atau mungkin secara tidak sadar kita sering mengucapkan bahwa Kalimat majemuk sendiri merupakan kalimat yang mana terdiri atas dua klausa atau lebih yang saling berhubungan dan memiliki arti yang utuh. Sintaksis majemuk itu setara. Kalimat kompleks adalah kalimat yang  dua  atau lebih klausa bawahannya dihubungkan dengan  kata penghubung. Maksudnya, aturan pengucapan S, SP, S-Ket, dan SPO. Menurut keraf (2000) bahwa kalimat kompleks adalah kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sedemikian rupa sehingga tercipta satu atau lebih pola kalimat  baru sebagai tambahan terhadap pola yang sudah ada .  Selain itu kalimat majemuk terdiri atas beberapa bagian yaitu: kalimat majemuk setara, majemuk rapatan, majemuk bertingkat, dan majemuk campuran.

Nah, pada pembahasan kali ini kita akan mengenali lebih dalam kalimat majemuk setara. Menurut Djago Tarigan (1988), kalimat majemuk setara yaitu Kalimat yang terdiri dari dua kalimat atau lebih yang posisinya berbeda. Adapun ciri-ciri dari majemuk setara yaitu:

• Terdiri dari dua klausa atau lebih, klausa merupakan satuan satuan sintaksis yang terdiri dari subjek dan kalimat.

• Kedudukan klausanya sama. Artinya, klausa-klausa tersebut memiliki fungsi yang sama dalam sebuah kalimat.

• Hubungan antara klausa-klausanya koordinatif. Artinya, hubungan antara klausa-klausa tersebut tidak saling menerangkan, melainkan hanya saling menggabungkan dua gagasan yang setara.

Untuk lebih jelasnya yuk simak beberapa contoh kalimat majemuk setara berikut:

1. Ayah sedang bermain catur sedangkan ibu sedang menggoreng bakwan.

2. Adik saya sedang menari seraya bernyanyi dengan merdu

3. Ujian telah selesai tetapi saya masih tidak puas

Jadi, dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa kalimat majemuk setara merupakan gabungan  dari dua atau beberapa kalimat tunggal  Digabungkan menjadi satu kalimat  besar, dan unsur-unsur kalimat individual yang digabungkan  tidak hilang. 

 

 

Sumber Referensi :

Tarigan, Djago. 1988. Sintaksis Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa.

Nina. 2021. Sumber bahan ajar dosen pengampu mata kuliah sintaksis. Powerpoint digital,

Tarigan, H. G. (2008). Pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Bandung: Angkasa.

Chaerunnissa, (2022)  Analisis Kalimat Majemuk dalam Novelet Wayang Tembang  Cinta Para Dewi pada Bab “Dendam Abadi Seorang Dewi” Karya Naning Pranoto, jurnal riset rumpun ilmu bahasa




Kembali Ke Halaman Utama